My life is so much more interesting inside my head

Tuesday, December 11, 2018

Merampas dalam Permainan

malam semua....
saat menulis artikel ini faisal berada di sebuah pantai yang terlihat luas..
sebuah pantai yang anginnya malu malu untuk berhembus.
dan saat malam dimana dua melodi saling berebut kenangannya.

tak usah dipikirkan..

kalian pernah main game.? tentu pernah. apakah game tersebut berbayar.? ato gratis.?  pernah beli game yang berbayar.??

kamu tahu game dulu dengan sekarang.? tentu saja, grafisnya lebih mantap yang sekarang, namun bukan hanya hal tersebut yang berubah. lihatlah pada model pembayarannya.

dulu game beli di cd ato bayar pakai license,  namun sekarang beli ato installnya gratis tapi banyak item yang bisa dibeli. game seperti ini sangat populer di mobile device, khususnya android. sebut saja mobile legend, aov, pubg, coc, dan banyak lagi lainya.

namun kamu tau. apa lebihan game seperti itu.?. tidak lainnya bagi developer aplikasi akan cepat poluler karena installnya gratis tidak perlu license. pendapatan mereka pun juga lebih banyak karena player dapat terus membeli item yang dijual.

Namun menurut Faisal itu lah kecurangan mereka. kamu tau p2p dan f2p, p2p player to pay dan f2p adalah free to play. sebut saja p2p pemain yang beli item dan f2p tidak beli item. Dimana p2p biasanya lebih lebih kuat dalam permainnya karena item yang mereka miliki. dengan kata lain developer meminta kalian bayar agar bisa lebih kuat dalam geme yang mereka  buat.

seharusnya game itu tentang skill, bukan uang. karena skill pemainlah yang seharusnya mereka uji. mereka yang bermain paling baguslah yang paling kuat.

bukan hanya itu, bahkan menurut Faisal harga item nya pun kurang wajar. sangat mahal. bisa sampai 1,4 juta. bukankah itu sama saja dengan perampasan.

kali ini Faisal akan mengajak kalian berhitung sedikit. jika satu di download 100 juta kali dengan 100 ribu kali pembelian item tiap hari. mari kita coba hitung keuntungan perusahaan pembuatnya.

anggap saja rata membeli 300ribu per item. maka penghasilannya sekitar 30 M tiap harinya. jika potongan pajak, google dan publisher sekitar 40%. maka keuntungan nya 18 M perhari.

bagaimana besar bukan.?
Faisal memang tidak suka membeli item di game, karena sebuah game bukan tentang
pembelian item tapi tentang kesenangannya dan skill.

Monday, May 9, 2016

Pemblokiran Game Online Indonesia

Pemblokiran Game Online Indonesia

Kenapa game online diblokir....???

         Itulah yang mungkin gamer indonesia katakan. Beberapa hari ini saya telah banyak mendengar mengenai pemblokiran game online oleh pihak pemerintah. Banyak gamer-gamer yang pastinya sangat kecewa dengan tindakan pemerintah tersebut. kalau saya sendiri tidak terlalu peduli karena saya bukan gamer yang fanatik dengan dunianya. Saya memang suka main game tapi tidak terlalu sering, itupun juga mainnya yang offline saja.

         Berbicara tentang game, pastinya bermain game merupakan suatu kegiatan yang sangat-sangat menyenangkan. Saking menyenangkannya sampai-sampai membuat lupa akan waktu. berdasarkan pengalaman pribadi saya pernah juga bermain game online. Memang kalau udah mulai bermain pasti akan ketagihan. awalnya rencananya sebentar saja, tidak terasa sudah 6 jam bermainnya.  dan tentu setelah bermain tidak akan mudah untuk menghentikannya.

         Bermain game hanya akan membuang-buang waktu. Walaupun bermainnya waktu malam, akan mengakibatkan kegitan waktu di siang harinya akan terganggu karena mengantuk dan akhirnya menyebabkan tidak bisa focus dalam kegiatan. Akan lebih bermanfaat jika bermain game yang tipe nya edukasi dibaning dengan bermain game yang hanya sekadar sebagai hiburan semata.

         Banyak alasan yang mereka nyatakan "mending sinetron gak mendidik itu yang diblokir daripada game" atau "dari game kami juga bisa berprestasi" dan lain sebagainya. Sampai-sampai mereka merusak website resmi dari kpai.go.id yang terjadi beberapa hari yang lalu, sebagai tindakan protes atas pemblokiran game.

website resmi dari kpai.go.id


         Menurut saya mereka hanya membandingkan sesuatu yang buruk dengan yang lebih buruk dari pandangan mereka.  sehingga bisa melepaskan game tersebut dari pemblokiran. Kemudian coba lihat berapa banyak sih orang yang berprestasi dari bermain game saja. Saya kira tidak lebih dari 1 per sejuta orang saja.

         Dari pada menjadi pemain game lebih baik jadi pembuat game yang bermanfaat dan mendidik. Dengan belajar yang rajin dan tekad yang kuat akan mudah untuk membuat sebuah game dibanding dengan hanya bermain game saja. Selain itu dengan membuat game bisa menambah penghasilan dan prestasi yang dimiliki.

         Game merupakan salah satu media dari pembentukan karakter. Lihatnya anak tk awalnya mereka hanya diajak bermain dan bersosialisasi dengan teman sekitar untuk menciptakan sebuah karakter dan sifat. Sama hal nya dengan anak tk pemain game juga belajar hal-hal baru yang kemudian hari akan membentuk karakter dan sifat tertentu sesuai dengan game yang sering dimainkannya.

         Saya setuju dengan tindakan pemerintah tersebut. karena pastinya pemblokiran tersebut bukan tanpa alasan. Banyak game-game yang mengajarkan untuk bermain saling membunuh, mencuri, balapan liar, dan tindakan kriminal lainnya, yang pada akhirnya hanya akan merusak sifat dan prilaku pemain game. Sehingga akan berpengaruh terhadap kehidupan nyata.

         Disisi lain masyarakat ingin adanya "Revolusi mental" dan "Perbaikan karakter". Sehingga akan tercipta negara yang maju dan damai. Bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi kalau penerus bangsa telah "diracuni" oleh game-game tersebut. Sebagai generasi terbaru sudah selanyaknya bisa membuat sebuah perubahan yang lebih baik terhadap negara ini. Mulai dari sendiri dengan membangun karakter dan prestasi yang membanggakan.